Home Artikel / Makalah

Atikel / Makalah

Merokok Selama Kehamilan Bikin Anak Autis

Email Cetak PDF
Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
 
Jakarta, Wanita yang merokok selama kehamilan cenderung melahirkan bayi yang menderita salah satu jenis autisme yaitu gangguan Asperger.

"Autisme adalah istilah umum untuk beberapa jenis gangguan yang merusak kemampuan sosial dan komunikasi," ungkap Amy Kalkbrenner, asisten profesor di University of Wisconsin-Milwaukee, Joseph J. Zilber School of Public Health dan ketua tim peneliti.

"Apa yang kami lihat adalah beberapa gangguan pada spektrum autisme bisa jadi dipengaruhi oleh faktor seperti apakah seorang ibu merokok selama kehamilan."

Angka ibu yang merokok selama kehamilan masih tinggi di Amerika Serikat meskipun banyak yang tahu bahwa hal ini dapat memberikan dampak yang berbahaya bagi bayi. Kalkbrenner pun menemukan bahwa 13 persen ibu yang anaknya dilibatkan dalam studi ini merokok selama kehamilan.

Dalam studi yang dipublikasikan di jurnal Environmental Health Perspectives ini, Kalkbrenner dan koleganya membandingkan data dari akte kelahiran ribuan anak dari 11 negara bagian dengan database anak yang didiagnosis menderita autisme yang dimiliki oleh CDC's Autism and Developmental Disabilities Monitoring Network (ADDMN).

Hasilnya, dari 633.989 anak yang lahir pada tahun 1992, 1994, 1996 dan 1998, 3.315 diantaranya diidentifikasi memiliki gangguan spektrum autisme pada usia 8 tahun.

"Studi ini tidak mengatakan secara pasti bahwa merokok merupakan faktor risiko autisme," kata Kalkbrenner seperti dilansir dari LiveScience, Senin (30/4/2012). "Namun studi ini menyatakan adanya kaitan antara merokok dengan tipe-tipe autisme tertentu". Kaitan itu pun membutuhkan studi yang lebih lanjut, tambahnya.

"CDC sendiri baru saja merilis data yang mengindikasikan bahwa 1 dari 88 anak-anak menderita gangguan spektrum autisme," katanya.

Karena autisme melibatkan spektrum yang luas dari kondisi dan interaksi genetika dengan lingkungan yang begitu kompleks, tidak ada studi yang bisa menjelaskan semua penyebab autisme, tambahnya. "Namun tujuan utama dari studi ini adalah untuk membantu menemukan salah satu jawabannya."
(ir/ir 
 
 
Pemutakhiran Terakhir ( Kamis, 03 Januari 2013 15:41 )
 

Kecerdasan Anak Autis Perlu Disalurkan Sesuai Minat Bakat

Email Cetak PDF
Putro Agus Harnowo - detikHealth
Jakarta, Anak-anak autis memiliki beberapa keterbatasan dalam kemampuan belajarnya dan memiliki ketidakseimbangan antara EQ dan IQ.

Anak autis umumnya memiliki IQ tinggi, tetapi tidak fungsional. Contohnya, banyak anak autis yang sangat hapal perkalian, tetapi tidak dapat menerapkannya dalam kehidupan nyata.

Beberapa anak autis ada yang mendapat nilai sangat baik dalam mata pelajaran bahasa namun mendapat nilai yang sangat buruk dalam kemampuan berhitung, atau sebaliknya.

Maka, pendidikan anak autis memang sebaiknya ditekankan pada apa yang bisa dilakukan dan disukai. Ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengenali potensi kemampuan anak.

"Hal pertama yang perlu dilakukan adalah mengenali minat dan bakat anak. Hal yang kedua adalah melakukan evaluasi oleh profesional, bisa lewat tes bakat dan minat oleh psikolog atau lewat tes fingerprint. Namun tes fingerprint tidak dianjurkan untuk anak berkebutuhan khusus karena ada beberapa kemampuan anak yang tidak optimal," kata Tri Gunadi, AMd. OT., S.Psi., S.Ked, konsultan anak berkebutuhan khusus dan dosen vokasi kedokteran Okupasi Terapi UI dalam acara Cares for Autism yang diselenggarakan London School of Public Relation di Taman Menteng, Jakarta, Sabtu (14/4/2012).

Setelah mengetahui minat dan bakat anak, maka anak autis sebaiknya mempertimbangkan untuk mengikuti pendidikan vokasional yang berfokus dalam pengembangan potensi dan kemampuan yang dimiliki.

Dalam pendidikan vokasional, orangtua dan anak perlu memilih apakah masih akan tetap meneruskan pendidikan formal atau tidak.

Pada beberapa kasus, ada anak yang memiliki nilai bagus dalam pendidikan formal, maka dia boleh-boleh saja meneruskan pendidikan formal.

Tapi jika anak memang terlihat kesulitan mengikuti pendidikan formal, maka sebaiknya anak diberikan pendidikan vokasional sepenuhnya.

"Vokasi secara harfiah berarti kerja. Pendidikan vokasional adalah pendidikan yang berhubungan dengan kerja. Konsep vokasional berbasis dari bakat, minat dan kemampuan anak yang diarahkan sejak dini. Pendidikan vokasional adalah pendidikan yang ideal untuk anak berkebutuhan khusus, terutama anak autis," kata Gunadi.

Pendidikan vokasional sebaiknya diberikan sejak anak berusia 10 tahun setelah anak-anak autis selesai menjalani berbagai macam terapi untuk meningkatkan kemampuan emosi, komunikai dan interaksinya.

Apabila terapi yang diberikan belum selesai atau tidak berjalan baik, biasanya anak masih sulit untuk mengembangkan potensinya agar dapat mengikuti pendidikan vokasional.

Ada berbagai macam pendidikan vokasional yang bisa diberikan, mulai dari tingkat rendah seperti mengaduk-aduk roti, membersihkan, hingga ketrampilan kerajinan tangan, ketrampilan salon, bermusik dan desain grafis. Pilihan ini tentu disesuaikan dengan kemampuan anak.

Sayangnya, pendidikan vokasional yang ada saat ini lebih berfokus pada jenjang SMK dan Diploma. Untuk anak-anak usia 10 tahun ke atas dan SMP, pendidikan vokasional baru bisa diperoleh lewat kursus.

Saat ini, Gunadi sedang menyusun sebuah program yang disebut Pusat Vokasional untuk anak SD dan SMP dan akan diujicoba di Yogyakarta. Harapannya, program ini bisa memberikan alternatif pendidikan bagi anak-anak autis agar dapat mengoptimalkan potensinya yang dimiliki.

(pah/ir
 

Tips Memilih Sekolah yang Tepat untuk Anak Autis

Email Cetak PDF
Putro Agus Harnowo - detikHealth
 
Jakarta, Pemerintah telah menginstruksikan beberapa sekolah untuk membuat kelas inklusi yang menggabungkan anak-anak berkebutuhan khusus agar dapat mengikuti pelajaran bersama teman-temannya yang sebaya.

Hal ini tentu saja ditanggapi positif oleh banyak orangtua karena mereka tak lagi merasa kesulitan untuk mencari tempat sekolah yang tepat untuk anaknya yang menyandang autis, down syndrom dan ADHD.

Namun beberapa masalah yang muncul adalah beberapa sekolah yang menyelenggarakan pendidikan inklusi ini ternyata kurang siap, namun memaksakan diri untuk tetap menggelar kelas inklusi.

Misalnya, satu kelas ada yang berisi 40 orang, padahal kelas yang ideal untuk pendidikan inklusi adalah 20 orang per kelas. Dari segi pengajarnya sendiri terkadang maih bingung saat menghadapi anak-anak autis.

"Hal lain yang kurang dipersiapkan adalah lingkungan sekolahnya sebab banyak anak autis yang menjadi korban bullying, dan kasus ini banyak sekali. Anak normal saja banyak yang dibullying, apalagi anak berkebutuhan khusus," kata dr Adriana S. Giananjar, M.S., psikolog sekaligus pendiri sekolah khusus anak autis 'Mandiga' dan dosen psikologi di Universitas Indonesia dalam acara Cares for Autism yang diselenggarakan London School of Public Relation di Taman Menteng, Jakarta, Sabtu (14/4/2012).

Mencari sekolah yang tepat untuk anak autis bisa dibilang susah-susah gampang. Saat ini memang sudah banyak ditemui pusat pendidikan anak autis, baik di kota maupun di daerah.

Namun autisme sendiri merupakan sebuah spektrum gangguan yang luas. Tingkat keparahan gangguan autis bervariasi pada setiap anak. Orangtua seringkali dibingungkan dengan pilihan akan memasukkan anaknya yang menyandang autis ke sekolah umum atau tidak.

Untuk menentukanya, perlu dilihat kemampuan anak autis tersebut. Apabila kemampuan verbal, perilaku dan kemampuan kognitifnya cukup baik, maka anak sebaiknya dimasukkan dalam sekolah inklusi supaya bisa berinteraksi dengan anak lain dan beradaptasi.

"Tapi jika kemampuan verbal, perilaku dan kognitinya buruk, maka sebaiknya jangan dimasukkan sekolah inklusi sebab ia membutuhkan penanganan yang lebih intensif dan orang-orang yang paham menanganinya," imbuh dr Adriana.

Dr Adriana menyarankan kepada orangtua yang sedang mencari sekolah untuk anaknya yang menyandang autis untuk mengobservasi calon sekolah dan melihat model pendidikannya.

Sekolah yang bagus biasanya meminta orangtua membawa anaknya untuk dilakukan penilaian dan memberilan try out, baru kemudian diberi keputusan bagus tidaknya masuk sekolah.

"Biasanya anak autis mendapat terapi waktu masih balita. Ketika menjelang TK hendak ke SD, biasanya ada laporan dari pihak TK bahwa anak tersebut memiliki kemampuan dan ketidakmampuan dalam hal tertentu," kata dr Adriana.

Lebih lanjut lagi, Dr Adriana memberikan tips-tips untuk mencari sekolah yang tepat untuk anak autis:

1. Ketika hendak mencari sekolah yang tepat, akan lebih baik jika menanyakan rekomendasi dari beberapa orangtua yang juga memilik anak autis.

2. Jika telah memiliki daftar sekolah yang dianggap baik, orangtua kemudian mengunjungi sekolah bersama anaknya.

Tujuannya agar pihak sekolah bisa melihat keadaan anaknya seperti apa. Pada tahap ini, orangtua jangan menyembunyikan jika anaknya memiliki autis, sebab bisa menjadi masalah di kemudian hari.

3. Lakukan observasi pada sekolah mengenai kurikulum, kebijakan mengenai anak berkebutuhan khusus, juga lingkungan belajarnya untuk menghindari risiko bullying.

4. Pihak sekolah kemudian akan meminta anak datang untuk dievaluasi. Jika anak tersebut dinilai mampu, maka anak diperbolehkan mengikuti kelas.

5. Biasanya, ada sekolah-sekolah yang menyediakan guru pembantu atau shadow teacher. Bisa juga pihak sekolah membolehkan orangtua menyertakan shadow teacher untuk membantu anaknya di kelas.

6. Shadow teacher ini bertugas khusus mendampingi anak autis untuk membantu proses belajarnya. Misalnya, guru meminta membuka buku halaman sekian.

Anak autis mungkin merasa bingung, maka dia akan dibantu oleh shadow teacher. Biasanya, shadow teacher ini dibutuhkan saat anak-anak masih duduk di kelas 1-2 SD. Seiring perkembangan proses belajar shadow teacher ini biasanya tak dibutuhkan lagi.

(pah/ir
 
 
  • «
  •  Mulai 
  •  Prev 
  •  1 
  •  2 
  •  3 
  •  4 
  •  5 
  •  6 
  •  7 
  •  8 
  •  Next 
  •  End 
  • »
JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL




Peduli Autisme

YM Status

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini557
mod_vvisit_counterKemarin607
mod_vvisit_counterMinggu ini2994
mod_vvisit_counterMinggu Lalu2744
mod_vvisit_counterBulan ini8484
mod_vvisit_counterBulan lalu20861
mod_vvisit_counterSemuanya1104970

Yang Online: 38
IP Anda: 50.17.162.174
,
Tgl: 24-04-2014 21:39

Pelangi Anakku

Yayasan Cinta Harapan Indonesia


Artikel Terbaru

Artikel Terpopuler